Archive for March, 2011

Mensetting private-public key ssh login dari Mac ke Linux Ubuntu

2

Posting kali ini saya mau membahas cara mensetting ssh login dari mac ke linux ubuntu tanpa menggunakan password, jadi tujuanya adalah membuat linux mempercayai saya (mac) sebagai client yang terpercaya sehingga tidak perlu meminta password setiap kali login ssh ke server. Dengan fasilitas ini memudahkan berbagai macam aktifitas dari client (mac) ke server, semisal melakukan scp dan rsync tanpa harus memasukkan password.
Untuk mengetahui lebih jelas skenario ini serta sedikit intro tentang private-public key, anda bisa baca entry dari blognya endy di sini

Langkah-langkahnya sangat sederhana, yang pertama adalah membuat rsa private-public key dengan perintah ssh-keygen di mac (client) :

$ ssh-keygen 
Generating public/private rsa key pair.
Enter file in which to save the key (/Users/ifnu/.ssh/id_rsa): 
Enter passphrase (empty for no passphrase): 
Enter same passphrase again: 
Your identification has been saved in /Users/ifnu/.ssh/id_rsa.
Your public key has been saved in /Users/ifnu/.ssh/id_rsa.pub.
The key fingerprint is:
xx:xx:xxx...:xxxxxx 

Perintah ini akan menghasilkan dua buah file di dalam folder .ssh yaitu id_rsa dan id_rsa.pub, file id_rsa.pub adalah public key yang akan kita kirimkan ke server.
Langkah kedua adalah menyiapkan konfigurasi di server, tentu saja sampai saat ini ssh server sudah terinstall di server, tetapi setiap kali login kita perlu memasukkan password. Misalnya IP server saya adalah 12.34.56.78, usernamenya adalah ifnu dan home folder saya adalah /home/ifnu, kita perlu membuat file authorized_keys di dalam folder .ssh yang ada di dalam home folder. Kalau folder dan filenya belum ada silahkan buat dulu menggunakan perintah mkdir dan touch.
Setelah file /home/ifnu/.ssh/authorized_keys tersedia, kita perlu mendaftarkan public key yang sudah kita buat di client ke server. Cara pendaftaran public key yang sudah dibuat di langkah pertama di atas sangat sederhana, kita cuma perlu mengkopi paste isi dari id_rsa.pub yang ada di client ke dalam file authorized_keys yang ada di server. Buka file authorized_keys menggunakan text editor, semisal nano, paste isi dari id_rsa.pub ke dalam file tersebut dan simpan.
Setelah proses pendaftaran public key selesai dilaksanakan, maka ssh login ke server dari client tidak perlu lagi menggunakan password, cukup ketik perintah :

$ ssh ifnu@12.34.56.78 

maka kita langsung bisa masuk ke dalam server tanpa password sama sekali.

Lingkungan Kerja yang Enak di Perusahaan

5

Di milis JUG indonesia sedang ramai membahas topik tentang lingkungan seperti apa yang enak untuk karyawan. Thread seperti ini biasanya panjang, seperti halnya thread gaji, kedua thread ini punya satu kesamaan : membahas masalah hubungan employee-employer. Ada satu sisi ingin mendapat fasilitas, gaji dan kebebasan berekspresi super satu lagi ingin mendapatkan margin keuntungan selebar-lebarnya.

Thread mulai panjang ketika salah satu “owner” perusahaan melempar pertanyaan seperti ini :

Sebenarnya definisi/kondisi enak di suatu perush itu apa ya? Sebenarnya kita juga lagi cari Java Programmer
Mungkin sbg perusahaan, siapa tahu kita bisa menciptakan kondisi yg enak tsb kalau kita tidak tahu kondisi yg enak, maka tdk pernah tercipta kondisi enak tsb.

Kemudian ada yang menjawab dengan sangat baik pertanyaan di atas
(more…)

Menggunakan Hibernate Validator di Spring MVC 3

0

Form Validation adalah topik yang cukup hangat, feature ini sangat penting diimplementasikan di dalam aplikasi web, tanpa ada form validation yang baik, aplikasi web kita bisa berantakan, tidak hanya dari sisi datanya tapi dari sisi keamanan juga. Hacker bisa menggunakan celah ini untuk menginput data yang bisa membuat error aplikasi, misalnya mengisi kolom dengan panjang melebihi kolom database dan seterusnya.
Form validation juga merupakan topik hangat dari sisi seberapa elegan form validation ini bisa dilaksanakan. Kalau tanpa framework pun form validation bisa dengan gampang dilakukan, tinggal gunakan request.getAttribute kemudian isinya divalidasi secara manual. Validasi secara manual ini tidak bersifat “deklaratif” artinya kita tidak bisa melihat aturan validasi dengan gampang, harus dilihat kode validasi.
Hibernate validation menawarkan form validation yang sangat elegan dengan memanfaatkan annotation.
(more…)

Say YES to GAMBARU!

3

Saya ambil postingan ini dari milis indo-sing, sangat inspiring dan ingin berbagi dengan teman-teman agar membangkitkan semangat belajar dan berbagi pengetahuan.

Say YES to GAMBARU!
By Rouli Esther Pasaribu

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.
Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu :
motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama) ,
motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

(more…)

Indo Java Podcast 13 : Migrasi EJB2.0 ke EJB3.0, Spring Integration di EJB3.0, Buku Java Desktop

3

Hai, pendengarnya indo java podcast. Udah 3 bulan berlalu tanpa episode baru, banyak hal terjadi dalam 3 bulan kemaren, terutama karena saya ganti status, jadi waktu weekend kebanyakan pulang ke indonesia untuk mempersiapkan acaranya. Nah akhirnya minggu kemaren ada waktu luang lagi untuk rekaman indo java podcast episode 13.

Episode kali ini kita (saya dan dito) membahas tentang kerjaanya dito di kantor, yaitu migrasi dari EJB2 ke EJB3 dan bagaimana mengintegrasikan EJB3 menggunakan Spring. Kesimpulanya, Spring bisa digunakan bersama-sama dengan EJB3 maupun EJB2 dengan sangat baik, Spring mempunyai peran cukup signifikan untuk mengurangi kode untuk menjembatani antara MVC framework (Struts dalam hal ini) dengan backedn (EJB3).

Bagian berikutnya kita membahas buku saya yang segera terbit, judul bukunya “Java Desktop : Membuat Aplikasi POS menggunakan Swing, Spring dan Hibernate”. Buku ini saya tulis di sela-sela kesibukan sehari-hari, makanya waktu penulisanya menjadi cukup panjang, 8 bulan. Buku ini sebenernya adalah penjelasan dari project-template yang saya buat, jadi nantinya setiap template yang saya buat di project-template.googlecode.com ada buku pendampingnya. Tentu saja ini bukan perkara instant, karena menulis buku itu ternyata memerlukan waktu jauh lebih lama daripada menulis kode.

#13 : http://indo-java-podcast.googlecode.com/files/indo-java-podcast%2313.mp3
– Migrasi EJB2.0 ke EJB3.0
– Integrasi Spring dan EJB3.0
– Buku Java Desktop

Happy Podcasting

Menjalankan Debug di NetBeans dengan Maven Jetty Plugin

0

Maven sudah menjadi favorit saya untuk development aplikasi Java Web, Jetty plugin saya gunakan untuk menjalankan aplikasi. Jetty sangat ringan dan cepat sekali loadingnya, development cycle menjadi sangat cepat. Nah masalahnya saya juga perlu mendebug aplikasi yang dijalankan dengan Maven Jetty Plugin.

Ternyata caranya sangat gampang, kita hanya perlu mengeset Environment Variabel MAVEN_OPTS dengan debug parameter. Kalau di mac/linux caranya dengan menggunakan perintah export :

$ export MAVEN_OPTS=”-Xdebug -Xrunjdwp:transport=dt_socket,server=y,suspend=n,address=8000″

Kemudian jalankan maven jetty plugin

$ mvn jetty:run

Setelah itu di NetBeans jalankan menu Debug > Attach Debugger … isikan informasi berikut ini di popup yang tampil :



Selamat mencoba

Go to Top